/Wakakusa Yamayaki

Wakakusa Yamayaki

Wakakusa Yamayaki merupakan festival tahunan di mana rumput di lereng bukit Nara Gunung Wakakusayama dibakar. Gunung ini terletak di ujung timur dari taman Nara, dan bila dibakar dapat dilihat di seluruh kota. Sebelum pembakaran gunung terlebih dahulu dibuka dengan pertunjukan kembang api. Festival ini berlangsung setiap tahun pada tanggal 4 Januari.

Kuil Todaiji, kuil Kofukuji dan Kasuga Shrine semuanya terlibat dalam upacara festival ini. Festival Wakakusa Yamayaki telah berlangsung selama ratusan tahun yang awal mula asalnyatidak diketahui. Satu teori menyatakan bahwa pembakaran gunung dimulai selama konflik perbatasan antara kuil besar Nara, sementara disisi lain ada yang menyatakan bahwa kebakaran ini  digunakan untuk mengusir babi hutan.

Festival ini resmi dimulai pada siang hari, setelah berbagai acara kecil berlangsung di sekitar pangkal Wakakusayama. Daya tarik yang paling menarik adalah kompetisi melempar kerupuk nasi raksasa (sembei) yang berlangsung pukul 13:00-15:00. Wisatawan akan mengenali sembei sebagai versi raksasa dari kerupuk beras yang dijual di seluruh Taman Nara sebagai makanan untuk rusa liar.

Sesaat sebelum pukul 17:00, sekitar 30 orang terlibat dalam pencahayaan gunung api, berangkat dari Jalan Sutra Exchange Hall di taman Nara menuju gunung kemudian berhenti di jembatan Mizutani sepanjang jalan untuk menyalakan obor. Sekitar pukul 17.30 tiba di dasar Wakakusayama, beberapa ratus penonton sudah berkumpul dan api unggun menyala dan naik ke bagian gunung

Pukul 18.00 sebuah pertunjukan kembang api diadakan sekitar 15 menit. Setelah itu, api dari api unggun digunakan untuk menghubungkan melalui rumput sehingga secara bertahap api menyebar keseluruh gunung. Biasanya diperlukan waktu 30 menit sampai satu jam untuk membakar seluruh wilayah gunung, tergantung pada kondisi rumput setiap tahun. Ketika rumput kering, seluruh gunung dibakar relatif cepat, sementara ketika dalam kondisi basah pembakaran akan menjadi lambat. Selain pemandangan dari dasar gunung, ada beberapa titik pandang yang baik lainnya di seluruh taman Nara dan kota. Pemandangan ini juga dapat dinikmati dari jauh, misalnya dari bekas tempat Istana Heijo.